Posted in Uncategorized

Bersyukur

This slideshow requires JavaScript.

Bersyukur

 

Wah bersyukur? Kenapa? Apakah itu hal yang susah?

Jawabannya IYA. Tentu susah karena kita hidup tidak selalu dalam kondisi yang kita harapkan. Tapi respon hati positif harus selalu mensyukurinya agar kita dapat menjalani hidup dengan sukacita dan mengandalkan Tuhan. Amin J

Ohya musuh bersyukur ini adalah mengeluh/menggerutu/berkomentar negatif/berpikir negatif dan juga mengasihani diri sendiri.

Mengasihi dengan mengasihani beda loh ya. Mengasihi diri sendiri itu perlu sebagai wujud kita tau bahwa kita ini dicipta serupa dan segambar dengan rupa Allah. Namun mengasihani diri sendiri itu sangat tidak perlu KARENA itu adalah wujud bahwa kita mengkondisikan diri sebagai yang paling sial/malang/kasihan karena orang-orang lain lebih beruntung. Padahal masih banyak kok orang di luar sana yang nasibnya bahkan lebih buruk dan lebih pantas dikasihani, namun biasanya manusia cenderung membanding-bandingkan keadaannya dengan orang lain yang “lebih”. Harusnya ketika kita hendak mengasihani diri kita karena hidup kita yang malang, miskin, kurang beruntung atau apapun itu, kita melihat lebih luas dan dalam. Bahwa banyak orang lain juga yang kekurangan namun kita tidak pernah “melihat”mereka. Yang kita lihat hanyalah mereka yang “berkelimpahan”sehingga kita jadi bersungut-sungut. Hendaknya kalau kita melihat mereka yang “berkelimpahan”, hati kita harus positif, tidak iri, tidak bersungut-sungut, dan memotivasi diri agar bisa jadi seperti mereka. Amin. Hehehe

 

Ngomong-ngomong tentang musuh dari bersyukur, yaitu mengeluh.

Aku ingat pertama kali aku mengeluh pada Tuhan, lewat doa dan ngomong-ngomong sendiri di kamar.

Yaitu waktu papaku divonis sakit sumsum tulang belakang. Dan dengan solusi harus transplatasi yang waktu 2002 lalu biayanya bisa mencapai 100 jt rupiah dan dengan resiko belum tentu berhasil pada kedua pihak (pendonor dan papa), maka akhirnya papaku memilih untuk transfusi darah merah / hemoglobin berkala untuk memulihkan badannya. Lebih tepatnya “bertahan hidup”.

Mulai aku masuk SMA, 2006. Papa semakin lemah. Waktu itu keluargaku batal bercerai, dan akhirnya kami tinggal serumah lagi di Balikpapan, di rumah kami seperti biasanya. Namun dengan kondisi papa yang udah sakit keras, maka kata rukun dan harmonis bisa dibilang belum ada. Kami ga bisa lagi jalan-jalan ke luar kota, bahkan kalau untuk jalan ke rumah makan aja, papa harus dipapah 2 orang. Karena papa gendut dan tinggi. Hehehe.

Pemandangan paling sedih ya ketika melihat papa kita yang dulunya segar bugar, ceria dan banyak ngomong perlahan-lahan tapi pasti menjadi lebih kurus, lebih diem, ngomongnya gak nyambung, matanya kabur, ga bisa diajak bercanda lagi, ga bisa nganter jemput kita sekolah lagi, ga bisa nyetir mobil lagi bahkan ga bisa bawa motor lagi. Pada klimaksnya, bahkan papa ga bisa naik tangga. Harus didorong aku dan mama dari bawah, dan ketika selesai naik tangga (toilet kami ada di bawah / semacam basement gitu alias bawah tanah) papa pasti ngos-ngosan kayak nafas mau abis dan kayak ga sadar..

Kalau ga salah ingat, waktu kelas 3 SMA, aku curhat ke salah satu teman baikku. Aku mengeluh, ke dia, dan juga ke Tuhan, aku ngomong ke temenku kalau aku bosen, sedih selama SMA ini ga pernah liburan lagi kemana-mana. Jalan ke mall aja susah karena harus jaga papa, alasannya semua papa. Hatiku kayak berontak pengen lagi momen-momen ber3 jalan-jalan dan penuh kasih sayang kayak waktu aku masih TK, SD..

Dia (temenku) Cuma bilang kalau mau bersyukur itu caranya adalah dengan melihat kelebihan yang kita miliiki yang orang lain tidak miliki. Bukan dengan melihat kekurangan yang kita miliki dan membandingkan dengan kelebihan orang lain.

Betul juga ya.. dari situ aku belajar bersyukur. Waktu aku ngeluh, papaku kok sakit-sakitan sih, aku kok ga bisa jalan-jalan sih.. aku mulai mensyukuri bahwa masih beruntung aku bisa hidup sampai 17 tahun sama papa meskipun papa sekarang (baca:waktu itu) lagi sakit-sakitan. Sementara ada juga orang-orang lain diluar sana dari lahir mereka ga punya papa, bahkan mama. Hmmm..

Dari situ aku belajar bahwa bersyukur itu perlu, dan dari saat itu aku juga mempersiapkan hatiku kalau-kalau suatu hari nanti papaku pergi, aku harus rela hati. Meskipun masih banyak impian-impian kecil yang (akhirnya) benar-benar tidak terkabul. Mereka sirna :”)

Impian-impian kecilku dulu adalah: pengen papaku sembuh seperti sedia kala, jalan-jalan naik mobil, makan bareng ber3 lagi, foto keluarga ber3 (mungkin terakhir foto bareng waktu aku TK kali ya), pengen lulus SMA ada papa, pengen kuliah terus wisuda ada papa, pengen nikah nanti ada papa, dan ya pengen juga ya waktu ada Kenni masih ada papa (tapi dulu ga sampe mikir punya anak seh kan aku dulu masih 17 tahunnn, masih belia 😉 )

Setelah itu, aku berproses sampai ke kuliah di Universitas Kristen Petra, selama 4 tahun, kerja di bidang perhotelan selama kurang lebih 4 tahun lalu sekarang udah menikah dan punya anak. Ya sampai saat ini aku belum punya piagam LULUS dalam hal bersyukur. Dalam tiap fase, selalu ada tantangannya tersendiri dalam berbagai hal, berbagai masalah dan lain sebagainya.

Jadi bersyukur adalah seperti belajar seumur hidup. Aku kira bahkan seorang pendeta atau hamba Tuhan pun tidak luput dari tantangan ini. Makanya kita harus melatih diri sedemikian rupa untuk bisa bersyukur setiap hari. Aminnnn

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tesalonika 5:18)

Aku bersyukur…

  1. Waktu akhirnya aku memilih untuk berkuliah, dan bisa dapat diskon 50% untuk uang pangkal lewat jalur prestasi. Menghemat uang mama yang mencari nafkah sendiri saat papa sudah pergi. Sementara itu banyak teman di luar sana, yang tidak bisa kuliah karena untuk makan saja susah..
  2. Waktu bisa ngekos dan punya kamar kos cukup luas dan ber-AC, sementara mamaku di Balikpapan tidur tanpa AC dan Cuma kipas angin. Aku bisa nge-kos dan bayar uang kos tiap bulan TANPA PERNAH nunggak 1x pun, bahkan saat udah kerja, mama masih mau ngirimi uang. Sementara banyak orang yang udah kerja mereka harus bayar kos sendiri (full payment pake gaji) hahaha
  3. Waktu 2009 harus patah hati ya karena mantan pacar. Ceritanya panjang dan complicated, tapi intinya di 2010 kami udah kurangi kontak dan aku komit mau single sampai lulus. Ya dengan patah hati itu aku lebih belajar mengandalkan Tuhan, fokus berdoa, sambil menyiapkan diri sampai akhirnya “dinanti” oleh Kevin, temanku yang jadi suamiku sekarang. J mereka berdua adalah pria-pria baik yang Tuhan temukan buat aku, namun aku yakin Kevin adalah yang terbaik dan tercocok buat aku sebagai partner hidupku.
  4. Waktu wisuda, aku harus wisuda tanpa seorang papa. Namun Tuhan berikan nenekku umur panjang dan kesehatan sehingga tahun 2013 lalu kami boleh foto bareng dalam rangka merayakan wisuda, bahkan sepupuku pun boleh ikut serta foto bareng. J
  5. Waktu aku dapat kerja pertama, suasananya amat sangat gak enak. Rekan kerja kurang profesional, satu tim namun tidak saling membangun bahkan menjatuhkan. Namun dari situ aku belajar banyak dalam memahami orang non percaya, dan memahami duka di dunia profesional selepas kuliah.
  6. Waktu aku harus resign karena udah ga kuat lagi dengan tekanan kerja yang ada dan menganggur sekitar 3 bulan (kalau ga salah ingat yah) sambil bolak balik kirim lamaran (waktu jaman 2014 masih jaman CV berupa print-out) dan bolak balik ikut interview sampai hati lelah dan patah semangat. Bahkan untuk salah satu hotel yang walk-in interview aku pernah nunggu berjam-jam sambil duduk di lantai sama teman dan ga keterima hahaha. Namun dari situ aku belajar bahwa waktu itu Tuhan beri untuk aku menghargai sebuah pekerjaan dan menikmati masa “rehat”sebelum harus masuk ke dunia perang lagi di bidang perhotelan yang jahat ini. Hahaha
  7. Waktu aku akhirnya dapat kerja yang jauh lebih baik di Garden Palace Hotel Surabaya, dan belajar banyak hal. Melalui suka dan duka bersama teman-teman yang solid. Meskipun ada beberapa yang suka “iri hati”, aku jadi belajar untuk mengenal karakter-karakter orang dan menguatkan hati serta mental yang lemah ini.
  8. Waktu gajian suka telat, terus orang lain pada ngeluh. Aku bersyukur aku waktu itu masih belum punya kebutuhan banyak seperti temen-temen yang sudah berkeluarga, aku tidak punya tanggungan untuk dibiayai dan tidak punya hutang untuk dibayar. Meski telat gajian, aku masih bisa cukup makan minum, menabung dan bayar asuransi.
  9. Waktu 2 tahun terakhir di balikpapan, aku merasakan ketidakbebasan ketika harus “balik ke rumah”, udah bukan anak kos lagi. Jalan sama teman harus dikurangi, kalau banyak jalan resiko dimarahi mama karena katanya buat apa? Ngapain jalan? Emang ga pernah ketemu? Blabla banyak banget alasannya dan tertekan banget loh. Disitu aku jadi tau kalo mamaku Cuma butuh perhatian ekstra, makanya akhirnya malam minggu ku, ku dedikasikan buat ajak jalan mama. Meskipun pengen juga nongkrong sama temen-temen loh.
  10. Waktu persiapan nikah, sepanjang 2017 lalu banyak banget tantangannya. Namun itu membuat aku sama pasangan semakin kuat, kompak dan lebih mengerti keluarga kami masing-masing dan belajar problem solving sama-sama. Yeyy
  11. Waktu bisa punya kesempatan honeymoon ke Korea. Wah padahal waktu 2016 kami bikin anggaran nikah tu kami Cuma budgetkan untuk ke dalam indo aja, eh Tuhan kasih surprise tak di duga untuk bisa ke korea. Senang banget!
  12. Waktu januari telat menstruasi! Itu sempet campur aduk sih. Senang iya, kaget iya, tapi ada sedih lemasnya juga karena saat hamil jadi terbatas untuk bisa melakukan beberapa aktivitas. Termasuk les mobil dan nggarap scrapframe. Tapi kami jadi belajar memahami bahwa anak adalah anugerah yang Tuhan beri, karena maunya Tuhan dan kami harus mensyukurinya meskipun kami rasa ini terlalu cepat. 😀
  13. Waktu proses kehamilan selama kurang lebih 39 minggu. Capek iya, stress sesekali, bahkan pernah pingsan satu kali sampai gigi gupil. Hahaha. Paling nyesek dan sedih waktu gigi kelinciku gupil (terkikis dan patah), berasa jadi yenni yang aneh dan senyumnya udah ga lucu lagi. Hiks. Namun dari situ aku belajar melihat hal yang lebih penting, yaitu keselamatan janin dan kesehatannya. Untungnya tidak ada masalah pada janin, tidak keguguran, dan tetap aktif menendang. Malu dan kurang pede karena gigi gupil aku tahaaan sampai akhirnya kenni udah 1 bulan, aku langsung agendakan tambal gigi pokoknyaaa wkwwkk
  14. Waktu harus tau bahwa akan melahirkan dan ke rumah sakit dengan taxi online. Tidak jadi beli mobil karena kurang dana, tidak jadi sewa mobil juga. Ternyata masih banyak juga orang yang bahkan untuk melahirkan harus jalan kaki, naik motor. Dan Tuhan begitu baik, tanda melahirkan yang pertama adalah bloody show, bukan kontraksi lebih dulu. Sehingga ketika perjalanan ke rumah sakit tidak seperti yang di film-film hehe
  15. Waktu melahirkan dan Kenni harus di vacuum karena aku gagal ngeden. Kesel yah karena dokternya kayak “marah-marahi”aku gitu, karena beberapa kali ngeden tapi nafasku kurang oke dan kenni belum keluar semua, aku udah tarik nafas lagi. Mau ngeluh aja pokoknya. Apalagi pas tau kepala kenni sempat lonjong wah aku tambah nyesel dan sedih lagi. Merasa bersalah, terus jengkel sama dokternya, namun dari situ aku belajar melihat hal yang lebih penting lagi, yaitu kesehatan dan keselamatan kenni serta akhirnya Tuhan kasih bonus kepala kenni sekarang amat sangat bulat kayak bakso hehehe puji Tuhan.
  16. Waktu perineumku harus dijahit paska melahirkan .. sempet sedih lo karena udah praktek hypnobirthing dan afirmasi positif terus bahwa perineumku utuh, perineumku utuh. Aku afirmasi terus, namun nyatanya tidak demikian. Ketika dijahit, rasanya agak kecewa sama diri sendiri. Namun aku dorong diriku untuk mensyukuri hal yang lebih penting. Yaitu kesehatan kenni yang udah lahir dengan selamat serta kesehatanku dan recovery fisikku agar lebih sehat dan bugar. Masih banyak juga ibu-ibu lain yang perineum nya dijahit namun bahagia kok. Itu semua proses dari melahirkan dan harus disyukuri..
  17. Waktu harus menjaga kenni sendirian di rumah. Berasa tidak punya teman, berasa ga mampu, capek stress semua jadi satu. Namun ternyata banyak juga mama-mama di luar sana yang sepertiku. Aku tidak sendiri, aku harus bersyukur, berdayakan diri dan melayani kenni dengan sungguh-sungguh karena ia masih bayi dan betul membutuhkan sentuhan kasih orang tuanya.

 

Masih banyak lagi yang ku keluhkan namun ini yang paling dominan dan lagi aku ingat..

Ayo bersyukurlah dan terus berdoa J

Posted in Uncategorized

Korea Backpacker Couple Day 6

This slideshow requires JavaScript.

Hello again! Now i would like to flash my seoul story back in this posting again. And will do the same for tommorow until it finished. ^^

Ngapain aja tanggal 27 Desember waktu itu? Nah sebangunnya kami, mandi dan sarapan instan noodle (baca: mie gelas), kami jalan kaki ke pasar di dekat situ, namanya Seoul Folk Flea Market. Seperti pasar loak yang menjual barang antik korea, barang bekas, dan juga barang2 baru seperti jaket dan celana winter. Ada yang jual cemilan juga tapi malah cemilannya impor Thailand, ya ga jadi beli dah ^^v barangnya tidak semua murah, kebanyakan kok malah mahal ya (mungkin juga karena tau kita bukan orang lokal ya?). Akhirnya beli celana windproof aja 1 untuk aku pakai karena ternyata long john 2 lapis dan celana jeans tidak sanggup menghangatkan kakiku huhuhu. Dingin sekali. >.< akhirnya setelah tawar tawar akhirnya dapat celana windproof tu seharga 18.000 won. Kualitas oke ya, Cuma jadi kurang feminim aja kalau dipake cewek karena modelnya jadi gombrong gitu. Ohya disana si suami malah sibuk foto2 struktur baja karena unik buat dia dan emang itu hobi nya kalo kemana-mana :p

Abis tu laper khaan, nah kita nemu (ga sengaja) resto BBQ yang harganya oke banget, Cuma 12.500 won nett/orang. All u can eat, dan tinggal milih paketnya mau yang beef atau pork, atau campur… kami pilih yang campur, rasanya seneng banget bisa nyobain BBQ nya karena rasanya enak dan suasana nya nyaman. Kami ketemu pasangan separuh baya yang dari Hongkong dan sempat chit chat sedikit, mereka tinggal di dekat situ (kayaknya apartemen), di meja samping kami ada rombongan anak muda alias oppa2 lagi mabuk soju dan ketawa2 kayak lagi celebrate sesuatu gitu. Lumayan rame lah restonya, pelayanan nya baik. Meski ga semua ngerti bahasa inggris tapi mereka bisa ngerti body language kami kalo bingung apalagi awalnya g paham sama kompornya.

Abis selese makan di cuaca yang dingin itu (-4 derajat celsiusssss), kami jalan balik ke arah guesthouse kami, Mi House dan siap-siapppp CHECK OUT… !! Whatttt?! Jadi dari sana kami ambil subway lagi untuk dari sinseouldong terus ke jongno sam (3) ga seharga 1300 won/orang. Di tengah perjalanan kami mampir seven eleven buat beli gimbap dan susu. Lalu akhirnya tiba deh ke Beewon Guest House! Horeee! Kalau bayangin sekarang, rasanya kayak konyol yah pindah2, agak nyesel juga, tapi memang waktu booking itu ga semua hotelnya available untuk long stay gitu. Ya biar sudah, wes kadung (baca: terlanjur). Nah si beewon guest house ini dia masuk ke gang kecil. Tapi dia punya parkiran mobil lumayan besar. Nah masuk, langsung check in dan ternyata receptionisnya bisa bahasa inggris dan sangat welcome. Dia jelasin kalau dapat sarapan roti sampai pukul 10 pagi (kalau g salah) dan bisa pakai dapur mereka juga (dapur umum buat tamu). Kamar kami di lantai 3 dan tanpa akses lift. Setibanya disana, pasti selalu kepo sama kamar mandinya (ada bath tub gak? Ahhaha), terus buka2 jendelanya (selalu dobel nih jendela disana). Kamarnya ga terlalu besar, tapi ada penghangat lantai dan penghangat kasur. Sampai2 akhirnya kami pules tertidurrrr, waktu bangun pun kevin yang bangun duluan karena laper dan udah bikin ramyeon deh (kalo ga salah ya). Akhirnya kami baru keluar kandang agak malam, dan jalan kaki ke arah Insadong. Nah ga tau kenapa di Insadong tuh sepi banget, mungkin karena ga ada event dan bukan malam yang spesial kayak christmas eve di busan kapan hari, jadi ini sepiiii banget. Baru aja nyampe bentar dan keliling2, satu per satu store udah mulai tutup. Nah disinilah pertama kali kami masuk ke store nya Nature Republic sampai aku terkaget-kaget liat harga Aloe Veranya murah amat disana haha. Akhirnya beli deh beberapa (ada yang titipan) dan inilah salah satu cikal bakal aku jadi ngerti2 skin care korea dan sementara malah terjun ke bisnis kosmetik ini. Di sana kami juga sempet belanja oleh2, gantungan kunci, sumpit korea dan beberapa aksesoris. Terus sambil jalan pulang (pake google map), kami nemu ada toko yang obral cemilan2 gitu. Pas udah pengen banget beli, eh baca expire datenya januari, ga jadi dah. Akhirnya kami jalan2 lagi liatin streetfoodnya sana, dan tercantol kepada Hotteok alias pancake ala korea, yang digoreng dengan minyak lalu ditaburi kacang, madu, dan ada bau cinnamonnya. Enak banget makan hangat2. Harganya murah Cuma 1000 won loh. Dan enak bangetttt. Disana kebanyakan disajikan didalam paper cup, jadi hotteoknya di bengkokkan gitu untuk bisa masuk ke paper cup nya. Sambil jalan menikmati malam yang dingin dan berharap ada salju, akhirnya kami nemu pohon natal di depan toko emas gitu disana. Terus foto2 berdua, abis tu pulang mampir dapur dan makan ramyeon lagi dan minum susu panas. Hahahha.

Yah begitulah hari kami. Sesampainya di kamar ya pasti mandi2 lagi, cuci2 kaos kaki dan kedinginan lagi, nata2 koper lagi hmmm…. :p

Posted in culinary, holidaymood, honeymoon, life, marriage life, vacation

Korea Backpacker Couple Day 5

Hello again! Now i would like to throwback to 26 December 2017, where were we go?

Yap! Go to Namsan Tower! Yeay ^^

This slideshow requires JavaScript.

Jadi alurnya kudu ke Dongdaemun dulu baru ke Myeongdong exit 3, sampai sana karena kelaperan, singgah McD lagi (honeymoon penuh dengan fastfood). Jangan lupa cobain burger bulgoginya, enak banget. Dan jangan lupa sedia tissue basah sendiri, dan bawa saus sambal sachet sendiri karena mereka ga punya! 😀

Setelah dari situ kami nanya2 orang sekitar, Namsan Tower tu dimana. Soalnya ga punya petunjuk dan akhirnya kami menemukan arahnya. Memang harus lewat jalan menanjak di samping sebuah hotel Pacific (hotel mewah yang dekorasi natalnya hidup banget, mau numpang foto disana tapi malu jadi ga jadi dah hahaha, takut diusir security :p)

So the journey was begin. Ternyata kami harus naik jalan kaki ke atas area masuk Namsan Tower. Lumayan capek dan ngos2an, tapi mau gimana lagi. Hahaha. Sampai disana, kami mengantri untuk beli tiket Cable Car seharga 8500 won untuk PP / orang (rame banget pengunjungnya!). anyway pas itu aku dah hari ke 4 haid jadi kebayang juga capeknya kram perut di tengah winter di sana dan harus banyak jalan kaki naik turun tangga. Di namsan, waktu ngantri cable car, kami sempetin beli spidol buat nulis ala-ala di gembok (gemboknya beli di CU Market tapi yang biasa doang si, gatau kalau di kafe yang jual spidol ini ternyata gemboknya masih terjangkau.. gembok yang mahal itu yang di counter di Towernya ternyata). Naik cable car ya berdiri gitu dan lumayan sesak. Gelap, jadi ga bisa banyak foto karena udah mulai petang. Tiba di atas Namsan, masih ada tangga kayu panjang lagi untuk dilalui sampai ke towernya. Di tengah2 area tangga, ada area love lock untuk foto2 dan pasang gembok. Kami foto2 dan pasang gembok disana (dan baru tau setelahnya, kalau area love lock masih ada beberapa spot di atas lagi) J

Setelah naik tangga lagi, kami foto2 di area pohon2 yang dihiasi lampu, lalu ke gazebonya, lalu masuk ke area mallnya (turun tangga seolah masuk basement), disana banyak spot untuk corat coret, tempat bermain anak, dan area foto2 yang udah didekor lampu hias ala christmas. Setelah itu kami masuk ke counter oleh2 untuk windows shopping dan ke area love lock di tempat sebelah pojok (lebih bagus dan luas lagi daripada yang di area tangga). Nah, pengen kan naik ke towernya? Ternyata kudu bayar lagi, kalau mau naik. Hihihi. Bayar 10.000 won per orang untuk naik ke atas (ceritanya sih ada beberapa lantai di atas, nah kalau mau yang bener2 atas, itu harus bayar makan di resto fine diningnya, harus reserve 1 hari sebelum dan pakai baju formal.)

Buat yang semi penasaran, bisa klik videonya Daehan Minguk Manse waktu ke Namsan Tower bareng papanya untuk ‘re-propose’ istrinya haha. https://www.youtube.com/watch?v=ebWQ0EF_V60 ini linknya, scene nya mereka kesana naik mobil dan naik cable car (ber 4 dan sama cameramen aja), dan ke restauran yang aku bilang itu (lantai paling tinggi di tower). Dan bisa liat pemandangan ke seluruh seoul dari situ.

Ohya abis bayar untuk naik ke tower tadi, petugasnya (oppa2) nawarin upsell kami nambah 2000 won dapet coca cola 2 dan popcorn 1. Ternyata worth the price banget, karena popcornnya besar dan banyak segede buketnya ayam KFC ituuu. Untuk naik di atas, nanti ada tour guide nya yang memimpin dari masuk lift sampai tiba di area Observatorium untuk liat pemandangan dari kaca dan ada teleskopnya sih tapi harus masukin koin 10 won (sayangnya ga nyiapin). Disana ada spot photobooth juga yang gratis dan bisa ngirim softfile ke email kita. Seru kan 😀

Ada studio foto juga buat yang mau foto sama hanbok, tapi kami ga ambil karena kudu ngeluarin kocek lagi. Hahaha, dasar kok jiwa backpacker ini jadi kami ga foto2an yang begitu2.. di lantai observatorium ini kami banyak ketemu orang2 indo juga, mereka pakai tur gitu.

Next dari photobooth tadi kami dapat struk2 yang ada voucher olive n young. Bisa ditukar setelah belanja 1000 won kalau ga salah. Ada dapat voucher eskrim, tapi karena udah malam jadi ga bisa nge-klaim deh. Sebelum pulang, kami sempetin foto2 pemandangan dari area atas love lock, dan masukkin kunci gembok ke semacam ‘tempat tampung khusus kuncinya gembok cinta’ gitu, dan foto2 lagi. Sepulangnya dari sana kira2 21.42 gitu, kami langsung jalan ke myeongdong untuk belanja sekitar 30 menitan lalu pulang pakai subway ke Mi House.  Rutinitas tiap pulang, pasti cuci kaos kaki / sarung tangan (kebanyakan gitu) hahaha..

Itu dulu deh, kayaknya. Sarannya untuk temen2 yang pengen ke Namsan Tower, enaknya pergi lebih awal ya mungkin pagi ke siang. Supaya lebih seru naik cable carnya dan bisa jelajah n foto2 lebih lama lagi. Dan maybe buat yang ga tahan dingin, mungkin autumn is the best choice ya (sambil bayangin dong autumn ke sana! Hehehe) ^^v

See you on other post, ! 🙂

Posted in culinary, holidaymood, honeymoon, life, marriage life, tips, vacation

Korea Backpacker Couple Day 3

This slideshow requires JavaScript.

Welcome to 24 December 2017 story! It’s christmas eve in Busan City! ^^

Di Busan tuh sebenernya kepengen tau mau ngunjungin, soalnya dapat inspirasi dari TROS yang kusuka. Reality show The Return Of Superman itu loh.

Paling inget episodenya Daehan Minguk Manse naik KTX ke busan. Hihiih. Ini beberapa linknya biar kalian tau juga tokoh2 lain yang liburan ke Busan :

https://www.youtube.com/watch?v=hiwDAtR7Na4 Song triplets perjalanan ke busan pakai KTX

https://www.youtube.com/watch?v=2KDz64auu_4 Song triplets di songdo beach busan

https://www.youtube.com/watch?v=UPMts8UZPtU lee twins di busan

https://www.youtube.com/watch?v=5SAjXUblAo4 Lee Twins di Gamcheon Culture Village, Busan

https://www.youtube.com/watch?v=ktvkVZ2qtF0 William naik KTX ke busan, dan ke Haeundae Beach (lagi summer)

https://www.youtube.com/watch?v=-nqwAElUpXQ Choo Sarang ke Busan, ke Haeundae Beach juga (winter)

https://www.youtube.com/watch?v=xC6Xjlzi4x0 Ko Seungjae ke Light House di Gadeok Island, Busan dan kafe pinggir pantai Haeundae

jadi karena lokasi busan juga tidak jauh2 amat dari Seoul, kami putuskan atur itinerary kesana untuk nginep 2 malam di Busan. Dan ga nyangka ternyata Busan itu luas dan besar, kirain kayak kota kecil gitu.

Yang agak disesali sih, karena booking kamar mepet dan udah high season yah, jadinya cari akomodasi yang low budget di sekitaran Haeundae beach sangaaat susah. Apalagi ternyata akhirnya pas tau hotel kedua kami yang katanya dekat Haeundae ternyata ya lumayan jauh, tetep harus pakai bus kota lagi kesana hahaha. Terus repot sih jadinya harus packing2 lagi, check out dan gotong2 koper ke subway untuk ke hotel kedua, hotel kecil namanya Marina Hotel.

Jadi karena faktor kita mau coba2 nomaden, terus mau cari yang deket pantai itulah, jadi kami bookingnya di busan 2 malam dengan 2 akomodasi yang berbeda (aduh dulu ga mikir mah kalau ribet packing2 dan bawa2 koper lagi, ternyata capek pisan :p). Nah karena tertulis Marina Hotel ini check in nya jam 16.00, jadi kami check outnya dari area Clover Hotel itu agak siangan gitu, terus makan dimana yah? Udah lupa kayaknya makan gimbap doang di stasiun. Jadi sedihnya lagi, ternyata daerah Marina Hotel yang katanya deket haeundae itu jauh sih dari Clover Hotel, jadi kami harus ambil subway dulu dari area Goejeong 3 (sam)-dong ke stasiun Seomyon, lalu ambil bus lagi ke Marina Hotel. Total ongkos transportnya 1700 won +1700 won + 1300 won = 4700 won / orang

Sampai di Marina Hotel, baru ngerti juga sih kalau disana banyak gang2 ya hahaha. Kalau Clover hotel mah dia pinggir jalan jadi gampang nemu dan liat papan namanya, kalau ini dia masuk gang dulu dan kita Cuma ngandalin google maps (waktu tu Naver maps masih bahasa korea, ga ada english nya). Bangunannya kecil bertingkat, loket check in nya mirip kayak di Clover, kecil. Eh ya kan udah book kamarnya nih yang standar di Booking.com, harusnya kan udah dapet kamar. Terus pakai acara mereka tu ga ngerti bahasa inggris, jadi kami harus pakai google translate. Dan dibantu via telpon sama suami yang punya. Intinya, kami ga bisa check in karena kamar standarnya habis soalnya kami datang kesorean, lah wong dia tulis check in jam 16.00. mereka nawarin upsell , nambah bayar untuk kamar setingkat diatasnya tapi nambah cash gitu sekitar2 400.000 IDR kali yah, dan katanya ada jacuzzinya pisan. Kami ga langsung oke, sempet nitip koper dulu lalu cari ke hotel di sebelah2 (ada banyak banget hotel) tapi dah pada penuh juga, ya udah akhirnya kami pasrah dengan perlakuan mereka yang tidak fair ini, karena ga tau harus kemana lagi ya kan.. Eh eh eh pas udah naik, ya kamar luas sih, tapi pas mau pakai jacuzzi abis tu ga keluar airnya haha. Parah tenan, tapi udah ga punya waktu buat komplain sama mereka yang ga ngerti bahasa inggris dah. Fokusnya pas tiba kamar Cuma unpacking dan siap2 lagi mau ke Haeundae buat pertama kalinya ! ^^

Waktu nunggu bus mau ke haeundae, angin kencang dan kayak mendung banget. Terus pas itu karena tangan udah mati rasa kedinginan, masukkin HP ke kantong jaket pun keliru lubang haha, ternyata aku masukinnya bukan di saku. Jadinya jatuh ke trotoar dan retak amat sangat parah. Ckck.

Cerita punya cerita, hotel2 yang deket sama haeundae kebanyakan yang berbintang (luxury gitu lah kayak novotel, dan masih banyak lagi). Baru tau pas udah tiba di pantainya, hahaha, pantas aja susah nyari yang beneran deket pantai. Kami naik bus dari hotel (harus jalan keluar untuk dapat busnya, dan agak sulit yah soalnya masih awal tuh masih bingung. Pas udah dapat busnya, kami sampai info ulang ke supirnya kalau kami mau ke haeundae, tapi ternyata spot turuninnya ga pas di pantai. Kami harus buka google map lagi dan jalan ke jalan kecil (berusaha menikmati sambil adaptasi suhu dingin hehee) terus malah ketemu Busan Market gitu, lalu nembus ke Busan Light Festival yang biasanya mereka adakan tahunan. Jadi super ramai orang2 dan banyak dekor lampu2 yang lucu2 kayak pohon natal, love tunnel, gitu2, seru lah buat foto. Cuma karena ramai jadi agak susah kalau mau setting tripod, kami banyakan pakai tongsis aja 😀

Dari situ baru tau lagi kalau pantainya tinggal nyebrang haha, jadi semuanya serba agak meraba-raba. So, kami tiba pantainya sih udah malam, tapi masih ramai. Dan tetep yah di pantai gitu mereka tetep buat dekorasi pohon natal gede untuk foto2. Super keren (dan dingin). Terus kami liat2 dan baru tau ya disana mah kalau pengamen mau cari uang menyanyi, mereka beneran niat sampai pasang speaker dan standing mic, mereka berdiri di pasir pantai (lokasinya berjauhan satu dengan yang lain) dan udah ada tempat untuk naruh uang. Jadi beda sama di indonesia yang mereka harus keliling, terus kayak ngemis2 gitu, dan suara nyanyi nya ga maksimal kan karena ga pakai speaker atau alat bantu. Hebat dah. 🙂

Karena asik takjub2 dan banyak foto, kami sampai lupa makan ontime. Akhirnya makan ke 1 tempat di Busan Market tadi, kayak mie kuah gitu, dan pesan mandu (dumpling). Pas baru2 ini aku udah paham ternyata namanya Kalguksu alias Korean Knife Cut Noodle Soup. Enak banget karena dingin2 makan kuah2, harganya juga lumayan murah dibanding depot lain, karena depot lain pada ngejual seafood yang mahal2 kayak octopus, eel, king crab gitu, dan ga yakin berani makan sih :p

Cuma sayangnya daun bawangnya banyak amat padahal kami ini anti daun-daunan ijo gitu, jadi kudu milah2i lagi. Ohya sebelum2nya kami ada nyobain sup kacang merah korea yang rasanya tawar2 sedikit asin gitu namanya Dongji Patjuk, harganya 3000 won, tapi kurang suka rasanya sih padahal tampilannya begitu meyakinkan.

Terus ada cobain pancake ala korea juga, 1000 won, dannnn rasanya enak banget ada madunya dan wangi kayu manisnya. Lagi2 makan berdua hahaha. Tapi yang 1 ini nagih sih, sampai sekarang pun masih keinget rasa dan teksturnya. Namanya Hotteok.

Itu aja kali ya yang berkesan, lain2nya selain foto2 ya nulis wishes di wish wall itu, dan beli2 oleh2 snack korea buat keluarga, dan pulang ke hotel lagi naik bus. Karena udah larut malam, jadi nunggunya lamaaa banget dan kita harus keluar ke pingir jalan yang ada petunjuk bahwa bus kami akan ada disitu. Total perjalanan PP naik bus 2600 won / orang . semua pakai t-cash yaaa.

Anyway sampai hotel udah malam, capek bangettt, masih harus PACKING Lagiiiii, iya lah kan besok mau check out balik ke Seoul. 😦

Beneran sayang banget harus pindah hotel. Kalau flashback, pengen aja ngulangin waktu trus nginep di 1 hotel aja buat 2 malam toh ya si Marina hotel ini udah mahal terus ga deket2 amat sama pantai. Padahal tulisannya di web sih near to Haeundae Beach. Hiks. Jadi teman2 monggo lebih pay attention to detail kalau mau bepergian pas winter ya, karena dingin itu lelah dan jalan kaki naik bus berulang2 itu capek. Mendingan stay di hotel yang sama dari awal sampai akhir dah toh yang penting itu hotelnya deket sama exit subway ajaaa :p

Okei sekian dulu cerita 24 Desember 2017 nya 😀

sampai ketemu di postingan selanjutnya ya! 🙂

-Tobecontinued-

Posted in culinary, holidaymood, honeymoon, marriage life, tips, vacation

Korea Backpacker Couple Day 1 and 2

Hello everyone, kali ini postingannya berupa cerita ala2 tentang aku ma suami, yang tahun 2017 lalu Tuhan kasih kesempatan bisa honeymoon ke korea padahal ga pernah planning mau ke luar negeri sih sebelumnya. Wow..

Jadi awal cerita ya karena suami dapat job freelance lumayan, sehingga intinya kami punya budget lebih untuk bisa ke luar negeri yaitu korea (setelah menimbang2 jepang vs korea, namun karena kami berdua sama2 ga pernah ke luar negeri, daripada terkaget-kaget di jepang yang katanya sih lebih sulit buat first timer backpacker, jadi korea deh tanpa ada keberatan di salah satu pihak. Kami sama2 excited to the max yeay)

Sebenarnya lagi sih bukan tujuannya yang penting, tapi dengan siapa kita jalan2nya itu loh. Dan berhubung udah penat ngurus tetek bengek pernikahan (data capil dan vendor2 untuk hari H, konseling di gereja dan lain2) , aku udah menanti-nanti kapan nih jalan nya yang g pake stress deadline nikah lagi, mau kabur aja pokoknya ahhaha. Ohya salah satu kriteria destinasi honeymooon yang wajib di kamus kami adalah “sebisa mungkin tidak ada yang kami kenal atau kenal kami disana”. Jadi mau yang bener2 kita kayak musafir di padang gurun, mau jadi orang asing haha. Soalnya yang nulis ini orangnya super sungkanan, kalau ada yang dikenal pasti kan terbeban mau nyambangi, tapi takutnya nanti too much agenda dan g enak kalo ga bawain oleh2 ya kan hahaha. Tapi ngerti kan maksudku? Begitulah, dan males aja kalo di kota yang kita kenal, tau2 lagi di jalan sekian meter ada yang nyapa nyapa terus harus ngobrol basa basi. Hahaha, egois tenan tapi ini karena bener2 super penat, maunya menyendiri ke pulau kecil berdua tapi mau juga ngerasain hiruk pikuk nya kota2 yang di drama2 hihihi. (tuh kan jadi ngelantur, :P)

Ok, jadi setelah nikah tanggal 17 desember 2017 silam, kami masih malam pertama di hotel harris gubeng surabaya, yang naasnya kami tu ngebabi parah sampe g sempet sarapan. Terus bangun udah bingung aja ini jas g ada tas pembungkusnya (baru sadar kalau ga dikasih vendor penjahitnya dan ga inget untuk siapin!), lalu ini gaun manten gede amat ga ada yang bantuin (harus panggil bellboy lagi dan kami order taxi online antar balik ke Tinara Bridal, harus cek ulang aksesoris yang harus dibalikin juga ke bridal, dan banyak banget yang dibawaaa (lah iya wong minibar gratisnya kami bawa pulang semua haha), terus aku suka banget bawa2 bunga tuh jadi buket bunga manten pun ku bawa pulang TT , dan lagi kami baru tau juga kalau nikah di sana, bakalan dapat surprise berupa 2 parcel lumayan gede dan berat. 1nya isi sepasang bathrobe yang ada bordir nama kami, 1 botol wine, 1 pcs coklat ferrero yang lumayan gede, 2 voucher spa. Dan 1 nya lagi isi buah2an kayak anggur, pir, apel, jeruk, kiwi. Begitu, jadi bayangin capeknyaaa. Buru2 check out, urus balikin gaun, ke rumah untuk first time nginep sebagai suami istri dan masih belum rapi2in barang bawaan masing2 untuk sehari2.

Setelah 18 siang kami tiba rumah kami, beberes, tanggal 19 des siang nya masih harus ke bank untuk nyetor hadiah2 cinciu ke SDB, ngurusin mamaku yang mengharuskan anak ceweknya jemput dan ajak makan siang keluarga (ber 10) dan harus ada mie nya. Jerene ngono haha. Lalu setelah itu kami masih harus ke dispendukcapil surabaya untuk tanda tangan surat nikah. Laluuuu malamnya kami langsung cus ke acara makan malam keluarga dari suami dalam rangka wedding anniv papa mama. Wooo. Sampai malam lah itu kira2 jam 10an.

Tanggal 20 des pagi nya kami masih harus ke hotel jemput mamaku, sekalian ambil deposit, lalu anter ke bandara, lalu malamnya ke rumah papa mama mertua. Tanggal 21 des aku masih heboh aja ke arvian beli peralatan coklat (persiapan mau jualan buat valentine 2018 ceritanya), terus nyetor2 uang angpao nikah kami ke 2 bank, malamnya kami ke rumah mertua lagi numpang fotokopi paspor dan tiket, (tapi lupa print petaaa haiyo), lanjut deh buru2 ke TP Cuma DEMI tukar mata uang (yang akhirnya pun ketinggalan di rumaaaahhh) dan kami beli sepatu kets, long john, ransel dan celana windproofnya kevin. Ckckkck. Pulang2 kita udah capek banget dan baru mau packing yang bener2 packing dan kayak orang ga punya pegangan hidup. Checklist koper mungkin udah ga pake deh.

ANYWAY tiket untuk berangkat itu 22 des 2017 ! hahaa lansgung dini harinya yah pukul 02.55 kami udah cus ke juanda T2. (bayangin tuh kira2 kami berdua baru tidur mungkin 2 jam deh di rumah), jam 2 udah harus bangun dan bawa 2 koper.

Begitu prolognya sodara2.

Jadi kok disebut backpacker? Padahal ribet amat gitu..

Iya sih kalau menurut wikipedia, backpacker mah ga bawa koper kali ahhaha. Nih aku kasih definisinya disini https://id.wikipedia.org/wiki/Wisata_beransel (yah kira2 kami ini semi-backpacker lah)

Jadi ya maunya memang tanpa koper dong, tapi apa daya , karena berlibur pertama kali ke luar negeri, ga punya pengalaman nyata, dan musim dingin tuh kita ga bisa mah Cuma bawa baju tipis, dan ga mungkin juga Cuma bawa jaket 1 lembar, bawa heatpack, kaos kaki tebal, lotion lah, ransum lah, itupun kami Cuma bawa alas kaki yang kets yang kami pakai aja loh. Ckckck. Tapi beneran jiwa nya mah jiwa backpacker, nginepnya di tempat super murah tapi yang reviewnya lumayan bagus, pergi2nya pake subway dan bis kota, makannya g yang mahal2, dan outfitnya kita ya gitu2 aja ga yang aneh2 haha. Yang diutamakan sih kebersamaannya ciee

Ohya pesawat LCC yang kami pake transit dulu di KL, tapi Cuma bentar sekitar 5 jam yah, tiba sana, makan siang di foodcourt bandaranya dan terbang lagi ke Seoul, Korea selama kurang lebih 7 jam. jadi kami tiba di Incheon International Airport sekitar pukul 23.00 waktu setempat.

Perasaanya gimana? seneng dan excited tapi dah kagok aja sama dinginnya, apalagi pas di pesawat waktu bangun kan langit nya gelap bangetttt dan jendela pesawat kayak horor gitu (ga pernah kan di pesawat sampai larut malam gitu). But anyway, karena udah tau dari awal kami bakal tiba super malam, dan agak riskan yah mau pake subway/taxi ke hotel takutnya malah nyasar tengah malam terus nanti malah tengkaran, jadi kami udah mutusin di awal kalau setibanya kami bakalan bobo di airport itu. Nah, aku dah cari2 info tentang rest area di Incheon tapi kok kami ga nemu ya, kalau g salah sih mungkin karena kami masuk di area keberangkatan atau karena emang pasrah sih mau nanya siapa karena petugasnya udah pada ga ada, cuma petugas kebersihan aja. Jadinya kami bobo di deket2 area check in gitu (dan memang udah tau dari blog2 traveller kalau bandaranya super nyaman dan bersih), dan rameee banget ternyata yang bobo selonjoran di bangku2 loh. Jadi super aman harusnya, karena orang lokalnya pun banyak disitu bobonya.. kamar mandi super nyaman dan bersih, meski tidak boleh pakai air di wc yah haha. Kasian suami, dia paling anti eco-toilet seh 😀

Waktu mau tidur di tengah malam itu, kami cari yang kursi kosongnya berdekatan, jadi sebelah menyebelah (mirror side), 1 orang tidur di atas 3 bangku, terus kakinya naik di koper yang udah di tumpuk. Very very cold… susah tidur sih, soalnya orang sebelahku web cam an sambil haha hihi kayak ga tau ini jam istirahat. Hmm.. ohya kami cari yang dekat WC juga supaya gampang kalau mau buang air, sikat gigi, cuci muka, ganti pakaian dan refill air minum.

Paginya jam 05.00 an gitu kayaknya kami dah kebangun karena airport mulai dingin banget, dan rame (malu dong lagi tidur terus banyak yang liatin gitu), kami siap2 dan ke CU market dulu untuk beli T Cash (sejenis indomaret card / e money kalau di indonesia) sekitar 2000 won dan beli sandwich, kimbap, banana milk bingrae itu buat sarapan. Untuk t-cash itu kami harus beli 2 karena katanya sih 1 orang harus punya 1.

Setelah itu kami nanya2 ke informasi, karena tujuan pertama kami itu ke kota Busan. Bisa pakai bus atau subway yah kalau ga salah, tapi harus ke Seoul Station gitu. Kami pakai subway yang beli di loket di bandara sekaligus beli tiket KTXnya. Ambil jam tercepat supaya bisa ngejar waktunya KTX ke busan. Sesampainya di Seoul Station, rasanya kayak mimpi “wah udah di korea!!!”senang banget kami tuuu ahaha, padahal orang2 liatin kayak mungkin heran kita ni propertinya ‘terlalu’ lengkap. Tau ga sih, disana orang lokalnya ga pake sarung tangan, jarang juga yang pakai topi. Kita udah bertopi, bersarung tangan, udah kayak super kedinginan. Karena jam KTX masih lama, kami masih sempat jalan2 dulu ke lottemart sana dan makan di mcD haha, terus windows shopping aja liat2 gitu. Pas udah deket jam berangkat, kami langsung cari lorong keretanya, dan excited sih liat kereta2nya, pokoknya semua keliatan keren. ^^

Sampailah kami di kereta dan duduk dengan bekal mcD dan kimbap yah kayaknya. Kami tiba busan sekitar pukul 16.00 (perjalanan dengan KTX dari seoul sekitar 2 jam 32 menit). Pakai KTX rasanya uenak, bisa liat pemandangan, duduk super nyaman dan no smoking. Pokoknya mantap semua kecuali harganya haha. Harga subway bandara ke seoul station 7400 won / orang dan KTX ke busan nya 59.800 won / orang . KTX nya very very expensive. Entah Cuma karena high season, atau karena go-show ya.. mau ga mau emang harus ambil sih karena kami harus pilih yang tercepat (kan udah booking hotel di busan juga)

Setibanya di busan station, kami jalan kaki dan ambil bus kota ke hotel kami (itu juga sampai harus nanya beberapa orang karena masih bingung haho hahoh wkwk). Hotel nya udah pasti yang murah meriah dengan review lumayan via Booking.com, Clover Hotel. Untuk ke hotel itu, kami Cuma mengandalkan google maps dan Tuhan tolong juga, ada satu cewek namanya Sunny (kalau ga salah dengar) bantuin kita pas kebingungan di stasiun, dituntunnya sampai ke trotoar yang sejalan dengan arah ke clover hotel. Waktu check in, ya super simpel, Cuma ke loket gitu yang dijaga bapak2 tua, liftnya kecil, kamarnya okelah. Cukup besar, pakai bath shower, ranjang dilengkapi pemanas/penghangat, bersih rapi, dan ada komputer segala.

Malamnya kami jalan2 cuci mata ke Nampo Dong dan lagi ramai2nya, kami menikmati banget sih meski kayak masih gagu2 gimana gitu. Semua cemilan yang dicoba, kami Cuma beli 1 terus paruhan hahaha. Hemat kan ^^v

Nyobain apa aja ? kami nyobain takoyaki isi gurita, kue berbentuk kacang walnut (Hodu Gwaja), kue beras yang bentuknya silinder panjang dengan saus merah yang pedas (tteokbokki), sate ayam korea (dakkochi). Semuanya enak kecuali tteokbokkinya super pedas, ga kuattt 😦  maklum masih orang awam, jadi ga ngerti kalau pedasnya kayak gitu.. haha. Harganya semua kisaran 2000-3000 won.

Kami windows shopping aja, foto2, dan seneng banget karena super rame dan orang2nya ramah2 sih.. ^^

-to be continued-

Posted in financiallife, life, marriage life

Hemat Pangkal Kaya

Hasil gambar untuk rupiah

Hai!

Hari ini kita akan bahas-bahas tentang money alias uang. Topik yang rancu juga sih kalau dibahas, ntar dikira yang nulis ini udah jago ngatur keuangan. :p

Tapi untuk memperlengkapi bahasaku dan pendapatku, aku pakai referensi bagus dari salah satu buku renungan harian remaja yang pernah ngasi booklet (buku saku kecil) waktu Maret 2010 lalu yang membahas khusus tentang uang. Jadi dijamin, isi postingan hari ini bukan subjektif pandanganku saja, namun lebih banyak ke kutipan / rangkuman dari buku tersebut juga 🙂

Let’s start!

Dari buku ini, dijelaskan ada beberapa tipe-tipe pengelola uang.

Ada apa aja? Dan apa masukan untuk tipe pengelola tersebut?

Boros

Tipe ini suka menghabiskan uang yang dipunya tanpa memperhatikan kondisi keuangan pribadi. Pokoknya belanja terus, belanja apapun sampai berhutang ke teman. Bayarnya bulan depan kalau udah gajian atau dapat uang saku lagi.

Masukan: Mulai biasakan diri untuk nabung dan anggarkan apa aja yang perlu dibelanjain, berapa harganya dan mana yang lebih penting. Disiplinkan diri untuk menabung dan mematuhi anggaran yang dibuat itu ^^

Pelit

Kalau ini tipe yang paling takut ngeluarin uang. Ia fobia banget sama yang namanya merugi alias tekor dan berhutang. Ciri lainnya, ia terlalu perhitungan dalam memegang uang. Akibatnya, ia nggak bisa menikmati uangnya sendiri. Punya uang tapi hidup seperti orang yang tidak punya uang. Amsal 11:24 mengatakan, “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.”

Masukan: Gunakan uangmu jika memang kamu butuh sesuatu. Jangan karena ‘eman-eman’ (sayang-sayang). Kebutuhanmu yang kamu rasa paling penting jadi enggak terpenuhi. Lepaskan diri dari jerat cinta akan uang supaya kamu bisa lebih dipercaya Tuhan mengelola hartamu dan jadi berkat buat sekitarmu.

Pencemas

Yang ini beda lagi. Tipe ini selalu cemas soal uang, bahkan dalam kondisi punya uang. Hidupnya penuh dengan kecemasan. “Besok dapat uang saku enggak ya? Besok udah gajian belum ya? Bulan depan bisa beli baju baru enggak ya? Minggu depan tabunganku bisa nambah enggak ya?”dll dll…

Masukan: Sikap ini mungkin berkaitan dengan karakter kamu yang yang terlalu mengkhawatirkan masa depan. Inget, selama kita merencanakan segala sesuatu dengan baik, kecemasan yang berlebihan itu enggak perlu. So, buang deh rasa cemas itu, pokoknya lebih cermat dalam mengelola uang dan tanamkan dalam diri sendiri bahwa Tuhan akan selalu ulurkan tangan saat anak-anakNya dalam kesulitan. ^^

Berjiwa bebas

Tipe ini kebalikannya pencemas. Ia tak pernah risau meski enggak punya uang, enggak punya tabungan. Bahkan saat berhutang pun ia tak pernah cemas.

Masukan: Bersikap santai dalam menghadapi masalah itu sebenarnya baik. Namun terlalu santai juga engga baik. Coba lebih disiplin lagi, saat mengelola uang. Pikirkan masa depan dan kebutuhan-kebutuhan urgent di masa mendatang untuk dianggarkan. Sisihkan uang saku untuk ditabung, supaya kalau suatu saat ada keperluan mendadak, kamu enggak bingung. Jangan andalin jurus minta ortu, mandiri lebih baik. 🙂

Perencana

Tipe ini teliti banget dalam membelanjakan uang. Buatnya, segala sesuatu harus dijalankan menurut rencana yang udah ia buat. Dan yang terpenting, ia tetap bisa nikmatin untuk hidup.

Masukan: Ini adalah tipe paling ideal dalam hal mengelola uang! Kamu adalah teladan yang baik. Cuma inget, bahwa kita boleh berupaya namun Tuhan yang menentukan segala sesuatu 🙂

Cek diri kita masing-masing, kita termasuk tipe yang mana. Mari segera berbenah diri 😀

Ingatlah Bahwa kita ini hanyalah pengelola dan bukan pemilik atas harta yang Tuhan percayakan kepada kita! 🙂

** Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” ** (Ibrani 13:5)

Dari tipe-tipe di atas, sekarang aku bagikan tentang tips Mengelola Uang Saku yang aku pernah baca di booklet itu juga ya!

  1. Bedakan kebutuhan dan keinginan

Kebutuhan beda dengan keinginan. Pakailah uangmu untuk yang kamu butuhkan bukan untuk yang kamu inginkan. Caranya?

Step 1 : Buat daftar barang-barang yang kamu butuhkan

Step 2 : Sortir lagi datanya, mana yang bener-bener diperlukan dan yang masih bisa ditunda atau belum benar-benar butuh

Step 3 : Siapkan dana untuk beli barang yang bener-bener dibutuhkan, bahkan kalau perlu nabung dulu beberapa waktu untuk barang tersebut.

  1. Bawa Bekal dari Rumah (kurangi makan di luar rumah yang di luar budgetmu!)

Ubah kebiasaan jajan kebanyakan di kantin, cafe bahkan restoran. Boleh tapi harus diatur waktunya, jangan terlalu sering. Ketika kita bawa bekal dari rumah, makanannya lebih sehat, dan bersih juga loh!

Untuk anak kos, bisa juga pakai alternatif kateringan harian untuk menghemat. J Namun bukan berarti jadi anti banget makan di luar yah. Ini hanya salah satu tips saja untuk mengelola pengeluaran, karena jamin banget di luar rumah (kafe, resto pastinya menyediakan produk mereka lebih mahal karena ada biaya sewa tempat, gaji karyawan, pajak, profit dan lain-lain)

FYI, waktu aku kuliah dulu aku sempat hidup hemat bangetttt di awal2 (itu bener2 strict banget) dengan metode makan dari kateringan. Tahun 2009 dengan kurang lebih 3 menu tiap hari senin-sabtu Cuma habisin 7500 rupiah per hari, alias dalam 1 bulan kurang lebih Cuma ngeluarin 180000-187500 rupiah. Selain itu, hari Minggu nya aku baru makan di luar siang dan malam.. 😀

Namun tahun 2011 ke atas sampai lulus aku dah ga kateringan lagi sih karena jadwal kuliah dan praktek yang lebih padat dan mungkin bosen juga. Alternatifnya ya cari tempat makan terjangkau kayak di kantin W Kampusku, nasi campur (tanpa ayam) dulu bisa dapet Cuma Rp 4000 – Rp 6000 aja ga sama minum. Nah kok harus belani gitu? Ya supaya kalo suatu saat ada jadwalnya kalian jalan-jalan ke mall, kalian bisa pakai subtitusi dana yang sudah kalian hemat untuk makan di mall. Makan yang pastinya lebih mahal mungkin bisa Rp 20.000 ke atas kan  per orang (jaman itu yah) . Jadi ga usah kelaperan waktu jalan2 karena ada dana cadangan kalau harus keluarin lebih. Kira-kira gitu mikirnya 🙂

  1. Latihan Nabung
  • Simpan sebelum pakai

Kapanpun kamu dapet uang, entah dari ortu atau dari honor kerja sambilan, segera sisihkan sebagian untuk ditabung. Saat kamu udah menyisihkan sebagian untuk ditabung, sisanya bisa kamu gunakan dengan bebas. But bebasnya ga ngawur yaa, tetap harus bebas yang bertanggung jawab

Contoh yang pernah aku lakukan itu, waktu kerja dan udah dapat gaji sesuai UMK (udh mencukupi), aku nabung reguler ke semacam tabungan deposito. Sebulan udah pasti auto debet sekian banyak dan aku pilih yang jangkanya 2 tahun supaya agak lama dan keliatannya banyak.

Pas menjalankan di awal berat banget karena baru gajian udah harus dipotong uang asuransi, perpuluhan, uang tabungan, dan kebutuhan lain2 sebagai anak kos. Tapi waktu udah cair, wah rasanya seneng banget. Karena bisa dipakai buat yang penting2 misalnya kebutuhan acara lamaran ku dan suami haha. Anyway kita nabungnya bareng :p supaya ringan sama dijinjing dan berat sama dipikul. Hihihi

Sharing pribadi:

  1. Ketika kita punya uang, jangan langsung dibelanjakan dulu. Tapi dipikirkan dulu matang2 pos2 keuangannya. Dari sekian kebutuhan primer, baru lah masuk ke sekunder dan tersier.

         Aku sendiri belum cermat2 banget ya kalau boros ada juga sisi borosnya misalnya kalau lagi ada promo shop** atau apa gitu haha. Tapi aku mikir banget untuk beli2 yang mahal apalagi nominalnya melebihi pendapatan harian (netto) suami dan aku. Terutama kalau udah punya bayi hihihihi..

  1. jangan berhutang untuk hal yang bersifat konsumtif. Ingat selalu bawa dompet, hp yang ada pulsa dan ovo nya haha dan kuota internet!! Kartu kredit hanya untuk promo2 bukan untuk membeli barang supaya bisa dibayar bulan berikutnya ! (pesan suami)
  2. jangan memberi hutang jika :
  • tujuan orangnya tidak jelas (ada kemungkinan dia menipu atau ditipu orang lain, ada kemungkinan dia berjudi atau melakukan hal lain yang tidak butuh disupport)
  • kita belum ikhlas karena jumlahnya terlalu besar (lebih baik langsung memberi sesuai kemampuan)
  • kita tidak siap/sungkan/tidak sanggup menagih entah karena hubungan yang dekat atau jarak kota yang jauh dsb
  • kita diiming-imingi imbalan atau jaminan (karena tidak semua orang bisa dipercaya)
  • kita masih punya kebutuhan dan tanggung jawab yang lebih penting untuk didulukan

Enjoy reading and manage your money wisely ya!

-thejourneytoremember-

Posted in marriage life, tips

Prosedur Pendaftaran dan Pencatatan Nikah di Surabaya

Hai teman2!

Di siang hari bolong yang ditemani hujan lebat ini, aku keinget mau share tentang proses pendaftaran Capil untuk nikah di kota Surabaya. (berdasarkan pengalaman asli dari Kevin dan Yenni)

Nikahnya kami udah dari Desember 2017 lalu ya, jadi rempong2nya sekitar Maret 2017 sampai November 2017 kira-kira.

Kenapa kok di share? Supaya makin banyak calon pasutri mengerti proses dan tahap-tahap yang harus dilakukan, mengurangi resiko ketipu calo dan supaya meminimalkan rasa kuatir kalau berkasnya ditolak dll.

Start dari awal ya.

Pasanganku itu KTP nya KTP Tual, Maluku Tenggara. Sedangkan saya sendiri KTP nya KTP Balikpapan, Kalimantan Timur. Beda provinsi, beda pulau. Lalu kami memang berencana menetap di surabaya. Jadi, langkah-langkah yang kami lakukan adalah sbb:

  1. Salah satu pasangan harus punya KTP Surabaya terlebih dahulu.

Kenapa? Karena mau daftar nikah di pencatatan sipil kota Surabaya maka salah satu mempelai harus pindah terlebih dahulu di Kota Surabaya, terdaftar di KK Surabaya dan punya KTP Surabaya.

Dalam hal ini pasanganku mengurus berkasnya di Tual (dibantuin keluarga disana), lalu proses pindah ke KK Neneknya di wilayah Surabaya Timur. (Jadi harus numpang ke KK Orang dulu yah, karena kondisinya waktu itu kan belum punya KK Rumah yang sekarang kami tempati)

  1. Kalau sudah, monggo tanya2 teman pasutri lain yang baru saja menikah beberapa bulan sebelum kalian, untuk tanya-tanya prosedur nikah di kota Surabaya. Lalu mampir ke Dispendukcapil Surabaya di jalan Tunjungan untuk minta lembar persyaratan yang terbaru supaya ga salah kapra.
  2. Menyiapkan Fotocopy KTP, KK, dan akta Lahir yang di legalisir Instansi yang mengeluarkan (dalam hal ini ya dispendukcapil ya)
  3. Menyiapkan fotocopy Surat Baptis
  4. Pas foto berdampingan hitam putih ukuran 4×6 sebanyak 6 lembar (ternyata boleh berwarna, tapi kami sudah terlanjur ikutin kertas nya)
  5. Surat Pernyataan Belum Menikah bermaterai Rp 6000 ambil di kecamatan (ditandatangani Pak RT dan Pak Lurah ya)
  6. Surat Keterangan dari Gereja / Vihara / Pura / Penghayat Kepercayaan. Ini langsung kami minta dari 1 gereja saja yang akan melangsungkan pemberkatan nikah kami di Surabaya.
  7. Fotocopy Surat Perkawinan dari Pemuka Agama yang telah dilegalisir (Ini dapatnya setelah pemberkatan nikah ya)
  8. Surat Keterangan dari Lurah (Ini dari Lurah ngasi nya seperti ini: Surat Keterangan untuk Nikah, Surat Keterangan Asal Usul, Surat Keterangan tentang Orang Tua). Setelah itu kumpulkan ke Dispendukcapil Balikpapan untuk saya dapat surat pengantar yang menyatakan bahwa pernikahan akan dilakukan pencatatannya di Kota Surabaya
  9. Fotocopy KTP 2 orang saksi (ga mesti suami isteri, terserah tapi tidak disarankan keluarga inti ya katanya dispendukcapil)
  10. Surat Keterangan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dari Puskesmas (Sebenarnya kami sudah dapat surat keterangan dari dokter waktu ikut Kamp Pra Nikah, namun tetap disuruh ke puskesmas karena ini bagian dari program pemerintah. Jadi kami bawa surat dari kamp yang ditandatangani dokter, beserta kopi materi penyuluhan ke puskesmas. Lalu mereka nanti akan buatkan surat pengantar dengan kop Puskesmas. 🙂
  11. Surat keterangan pre marital check up. (seharusnya dari puskesmas, tapi karena kami pikir tidak wajib, maka kami pakai pre marital check up dari prodia) Nah ujung2nya juga harus bawa hasil test nya ke puskesmas dan akan disalinkan surat yang menyatakan bahwa kami berdua sudah tes ini itu dengan surat kop puskesmas 🙂

 

Nah semua itu dan dengan dokumen aslinya nanti dibawa ke dispendukcapil kota Surabaya.  Buka jam 8 pagi kalau tidak salah, sampai jam 8 malam. Tidak berbayar sama sekali. Bahkan ketika kami mau ngasi amplop yang isinya berkas2, petugasnya tidak mau buka dalam loket, mereka minta kami yang buka dari amplopnya lalu berikan isi nya ke petugas (supaya menjaga kebersihan dari Pungutan Liar dan sebagainya)

 

Di Balikpapan juga, semua proses dari RT, Lurah, Dispendukcapil tidak dipungut biaya apapun, hanya saja untuk minta form N1-N3 itu saya harus cari bibit tanaman 2 polybag kecil (harga total Rp 50.000) untuk ditanam di kota.

 

Dari semuanya itu, kami berhasil mengumpulkan berkas ke Dispenduk Capil kota Surabaya tanggal 15 November 2017 sekitar pk 20.00 (masih buka dan dilayani dengan sangat baik). Saat mengumpulkan, kami juga langsung mendaftarkan tanggal pencatatan sipil tanggal berapa di luar hari Nikah kami karena hari Minggu 17 Desember 2017 mereka tidak melayani pencatatan sipil, tgl 18 Desember nya udah penuh kuota nya (terbatas, per hari hanya 20 pasutri), akhirnya kami daftar untuk tanda tangan capil tgl 19 Desember 2017 ^^

Buat yang merencanakan nikah, ayuk dipersiapkan berkas-berkas legalnya. Dan pahami semua prosedurnya supaya kita bisa budayakan mengurus segala sesuatu secara mandiri dan bersih! (meskipun ada juga pihak-pihak di beberapa area yang mencoba pungli, semoga mereka cepat taubat yaa! hehehe)

Soli Deo Gloria! 🙂

 

 

Posted in holidaymood, life, marriage life, tips

Persiapan Honeymoon ala Kevin dan Yenni

Hi semua,

karena beberapa temen banyak yang mau honeymoon atau backpacker trip ala aku sama kevin kemarin desember 2017, aku mau cicil share ya langkah2 persiapannya. check this out !

  1. Menabung
  2. Bikin paspor
  3. Nyicil beli barang2 yang harus dibawa
  4. Tentukan tanggal berangkat dan pulang
  5. Hunting tiket murah yang sesuai kantong
  6. Nyiapin itinerary mau kemana disana
  7. Nyiapin visa (bisa ngurus sendiri atau pakai jasa travel ya, ga dosa kok)
  8. Book akomodasi (hotel or guesthouse dll)
  9. Beli e book untuk guide, dan browsing2 banyak tentang kota yang mau kamu pergi
  10. Print peta dan subway line (kami ga sempat print karena lupa hihihi) sebenarnya penting. Tapi kalo lupa ya pake pdf aja di android dan nanti minta peta di bandara (area tourist information)
  11. Tanya2 ke temen yang punya pengalaman ke kota tersebut (tapi tanya nya dibagi dulu aja, misalnya tanya tentang transport ke si A, tanya perlengkapan ke si B, supaya temenmu ga bosen ditanya banyak) Tapi biasa temen yang baik bakal jelasin A sampai Z sampai kamu ngerti lumayan secara garis besar
  12. Berdoa dan berharap perjalanan lancar, cuaca aman terkendali, goodmood antar pasangan, kesehatan juga supaya maksimal jalannya dan orang tua dan keluarga yang ditinggalkan di rumah juga sehat2 supaya liburan mu ga penuh kepikiran juga.. hehehe

 

bahas satu-satu yak

1. Menabung. 

kenapa kok harus nabung?

ya simpel seh soalnya gaji sebulan mah kagak cukup buat berangkat honeymoon ya pastinya. kecuali kalian g punya pengeluaran primer (perpuluhan, asuransi, bpjs, dll yang harus ditanggung pribadi)

kalau kalian udah berpacaran dan tau nantinya bakal nikah (planning nikah kan?), dan pastinya mau dong jalan2 berdua.. ya harus siapin sedini mungkin.

Buka tabungan deposito yang di debet dari rekening rutin per bulan dan ga bisa ditarik sampai waktu tertentu misalnya.

Aku dan kevin nabung di 2 bank swasta, dengan nominal rutin untuk jangka waktu 2 tahun. dan kami set untuk cairnya di tahun kami lamaran dan menikah. jadi ketika kami menikah, kami sudah punya proyeksi dana, sudah ada berapa minimal di tangan, Supaya gaji kerja kami ga sia-sia kepake buat yang ga penting. hehehe. hematnya jadi bermakna kan? daripada pacaran selalu makan mewah di resto mahal, tapi waktu honeymoon ga punya dana kan sayang toh. Jadi usahakan pakai uang sendiri, supaya bangga, puas, dan ga kepikiran sungkan sungkan sama orang lain. ^^

Anyway, no hutang ya buat honeymoon, Nanti nyesal di belakangan. Kecuali pake kartu kredit buat book hotel masih oke lah 🙂

2. Bikin Paspor

Better punya dulu sebelum tau berangkatnya kapan pastinya. Karena validnya kan 5 tahun. Bermimpilah 5 tahun kedepan kalian akan berangkat ke Luar negeri (seburuk-buruknya)

Kalau bingung caranya dan sibuk ga bisa ijin kerja, bisa pakai Calo (harga 2x lipat lebih mahal biasanya)

Kalau mau kerjakan sendiri ya harus antri pagi untuk masukkan data, dan tunggu interview (kadang sampai sore hikss), dan nunggu 14 hari hingga selesai dan antri lagi mengambil yah.

perjuangannya panjang dan ribet. Tapi kalau hasilnya udah keluar, rasanya lega dan bangga juga akhirnya punya Paspor hehehe

 

3. Nyicil Beli Barang yang Harus Dibawa

Bingung ya ? Pertama harus tau dulu ke negara atau kota mana kita mau honeymoon.. Lalu kalau udah dapat perkiraan tanggal, berarti kita bisa tau musimnya ya. Bisa tanya temen2 yang pengalaman, biasa mereka bawa apa aja.

Nah karena kami akhirnya jadi ke Korea Selatan, dan masuk Musim Winter disana, jadi kami ga bisa backpacker yang cuma ransel doang, tetep harus bawa Koper yang isinya ini:

  1. Long John atas dan bawah. Bisa beli preloved atau di uniqlo, di shopee juga ada btw. Harga variatif tergantung kualitas.. Ada yang extra warm, ultra warm dsb. Disana juga ada jual dan sedikit lebih murah, tapi at least kamu punya 1 pasang dulu ya
  2. Sweater, Turtle Neck Outer. Semuanya kudu long sleeeve supaya kamu tetep hangat. Karena kami ini awam dan kulitnya ga tahan dingin, kami bisa pakai 2 long john, plus 3-4 outer, lalu pakai jaket lagi saking dinginnya (sempat suhu minus dalam celcius)
  3. Cadangan Kacamata / softlens. Buat yang matanya rabun, mendingan bawa kacamata 1 dan softlens 1 supaya jaga2 aja kalau hilang atau rusak saat liburan
  4. Hand Gloves. Kalau winter baiknya cari yang windproof ya. Biasanya ada di instagram, shopee, atau beli di dept store di mall2.. Pengalaman kami, kami pakai yang bahan wool itu masih terasa amat sangat dingin menusuk tulang hihihi. Jadi sarung tangan wool belum cukup yahhh
  5. Coat / Jaket. Entah mau cari jaket Parka atau apa. Cari yang long coat oke, cari yang bisa unisex juga oke (jadi bisa ganti2). Kami beli 2 jaket cowok (1 nya ultra light down panjang, 1 nya jaket panjang tuebel 3kg. Dua dua nya preloved ya), 2 jaket wanita (dua-duanya ultra light down merk uniqlo dan mango, Tapi preloved juga, masih bagus kondisinya..) Salah satu long coat nya kami pilih unisex supaya di foto bisa ganti2 luaran, dan ga bosen. hahaha. Kalau mau beli, Uniqlo paling recommended seh ya kata temen2.. Atau mau beli disana juga banyak yg jual. Harganya variatif,,
  6. Kaos Kaki Wool dan kaos Kaki Tipis, Pengalaman kami, pakai 1 pasang kaos kaki tebel itu ga cukup. harus lapis 1 atau 2 kaos kaki tipis lagi. Supaya lebih hangat menerjang dinginnya suhu disana dan kami yang memang banyak jalan kaki bolak balik subway kemana mana.
  7. Masker mulut . Baiknya punya yang kain, bisa beli disana, rata2 sekitar 2000 won di Daiso, or mini market kayak GS25. Kami kadang pake yang masker disposable, tapi ga terlalu masalah
  8. Earmuff. Ini lumayan penting, tapi orang-orang kebanyakan (penduduk asli) ga pake earmuff, jadi kerasa malu aja kalo pake earmuff tiap hari. Kami pakai kadang2 jika dinginnya bener menusuk atau kami akali dengan topi dan kupluk kami
  9. Topi / Kupluk Wool. Ini penting banget karena disana anginnya ga biasa. Kalau kepala kita sampai dingin membeku nanti malah jadi sakit kepala. Jadi ini harus dipakai sehari-hari. Karena harganya relatif murah di Carrousel, Shoppee dsb, kami siapkan kurang lebih 4 topi biar bisa ganti2an pakai. hehehe
  10. Heatpack. Ini dijual banyak di online shop juga. Tapi di Korea juga dijual sih, tapi baiknya punya dulu selagi di Indo, karena sekeluarnya dari bandara kita bakal ngerasain dingin yang luar biasa. Heat pack bisa beli yang Hand Warmer, Foot Warmer, Body Warmer.. Harganya start dari 7500an rupiah.
  11. Obat-obatan pribadi. bawa minyak angin, obat sakit kepala, vitamin C, hansaplast dll. Untuk jaga-jaga aja
  12. Ransum cemilan, mie instant, susu bubuk supaya bisa makan waktu kelaperan sewaktu-waktu ya hihihi
  13. Sabun kertas, daily care pribadi untuk sewaktu-waktu pakai di toilet umum ya.

4. Tentukan Tanggal Berangkat dan Pulang

Ini penting banget karena berpengaruh ke Visa juga seh, dan supaya bisa nentuin mau jalan kemana aja. Pilih tanggal sih terserah, mau berdasarkan yang termurah atau berdasarkan cuti kerja. Mana aja yang nyaman deh 🙂

5. Hunting Tiket Murah

Ini sih preferensi, Bisa follow akun akun travel di Instagram kayak @taxpacker, @halotiketid, @raja.tiket, @tiketpesawatnya

lalu nanti bisa coba bandingkan dengan harga di aplikasi Via, atau Traveloka, dsb. 🙂

 

6. Nyiapin itinerary mau kemana disana

Untuk ini bisa diatur sesuai yang kalian mau. Nanti aku usahakan share juga itineraryku waktu itu. Meskipun aktualnya berbeda dengan yang kami agendakan, tapi minimal tempat2 penting kami datangi hehehe.

Cara cari tujuan wisata yang terkenal dan must visit itu bisa follow di Instagram @rubybackpacker atau @travellinggeh, juga bisa ngecek di pameran travel fair di mall2 yah (sekalian bandingkan harga)

Lalu bisa juga search dan baca di blog2 traveller lainnya. misalnya http://www.deffautama.com 🙂 recommended

 

7. Nyiapin visa (bisa ngurus sendiri atau pakai jasa travel ya, ga dosa kok)

Untuk kelengkapan visa memang agak ribet dokumennya, tapi kami lebih ringan ngurusnya karena pakai jasa travel untuk konsultasi, dan mereka yang ngurus untuk kirim ke kedutaan di jakarta. Tugas kami hanya melengkapi form asli dan melengkapi berkas yang diperlukan seperti kopi paspor, paspor asli, foto 3.5 x 4.5 kelihatan telinga tanpa kacamata, surat referensi bank asli dalam bahasa inggris (minta di CS Bank, berbayar ya kira2 50.000 rupiah ) yang menyatakan jumlah rekening dan masih aktif menjadi nasabah, Surat ganti nama (jika pernah), Fotokopi Akte kelahiran,bukti kopi SPT Tahunan, fotokopi rekening koran 3 bulan terakhir, Fotokopi Kartu Keluarga, Print out Tiket PP, Surat keterangan kerja asli di tandatangani dan stempel, Fotokopi KTP dan NPWP.

Kalau ada yang bingung, mau nanya-nanya silahkan ya.

 

8. Book Akomodasi

Secara kami buta Korea dan asing dengan kotanya, maka penting banget book tempat tinggal jauh sebelum keberangkatan. Supaya murah dan terjamin tempat tinggalnya. untuk itu bisa search aja di Traveloka dan Booking.com etc ya. Tapi kemarin kami punya kejadian buruk waktu booking di booking.com, karena memang belum bayar (bayar di tempat), eh pas mau cek in, kamarnya abis dan kita disuruh beli kamar yang tipe lain yang lebih mahal. hmm. Agak weird, tapi karena kesulita berkomunikasi, orangnya disana ga paham bahasa inggris dan kami hanya modal google translate maka kami ga banyak komen (suhu juga udh minus dan g memungkinkan dapat tempat lain sesuai budget awal kami hiks hiks)

9. Beli E- Book untuk petunjuk

Nah jangan modal nanya temen aja, karena bisa jadi mereka ga ingat 100% destinasi dan detailnya kota yang kita mau tuju. Kita harus banyak liat di youtube juga misalnya, cari Vlog tentang budaya korea, bahasa simpel korea untuk salam dan bertanya, lokasi wisata, dan wisata kuliner yang terkenal. Beberapa traveller juga menerbitkan e-book yang dijual dengan harga terjangkau. Kami beli di ranseltravel.com 🙂

 

10. Print Peta dan Subway Line

Nah jika kalian beli e book, nantinya akan dapat peta seoul dan subway line. Namun karena ga sempat print maka kami bermodalkan Android kami dan peta yang kami dapat di bandara. Bisa sih ga beli atau print di awal. Namun alangkah baiknya dipelajari lebih dulu sebelum berangkat. Supaya nanti di tujuan udah ga bingung sama nama jalan dan stasiun hehehe

 

11. Tanya – Tanya ke Teman yang berpengalaman

Kalau kalian punya temen yang sudah berpengalaman berangkat ke kota yang kalian mau tuju, ga ada salahnya lo nanya tentang apa yang kamu pengen tau. tentang Budaya, wisata, kuliner, dan lain lain. its oke menurutku selama ga alay alay gimana hehehe. Cuma misalkan mereka agak pasif ya udah biarin aja, mungkin mereka udah risih haha. Jangan baper ya, sabar2 say. 😀

 

12. Berdoa

Looks simple ya, tapi ini penting banget. Doakan keluarga yang mau kalian tinggalkan sementara. Supaya mereka juga sehat2 jadi kitanya liburan ga kepikiran aneh2, dan kitanya juga berdoa supaya kita yang berlibur ini aman2, sehat2, jadi liburan lancar ga bikin orang di rumah kepikiran. hehhee. Berdoa juga buat cuaca yang bersahabat, dan kelancaran transportasi pulang pergi dan selama disana.

Anyway, untuk kontak orang2 di Indonesia, Bisa pakai free wifi di public area or tempat kamu menginep. Namun bisa juga sewa pocket wifi (portable) atau daftar paket roaming dari nomor kamu. Gak susah kok 🙂

 

Selamat membaca dan selamat mempersiapkan next holiday / honeymoon km ya!

GBU

🙂

Posted in holidaymood, life, tips, vacation

Trans Studio Makassar

Long time no write after doing my laziness (indeed itu sebenernya masalah niat atau tidak).

Saya orang yang tipenya suka kasih komentar via tulisan. Misalnya gak seneng sama layanan apa, daripada ngomel ke yang bersangkutan, mendingan saya hubungi customer service nya via teks dan menunjukkan bukti (jika ada). Termasuk soal yang positif, saya senang banget ngisi Trip Advisor untuk restoran dan tempat wisata, meskipun tergolong jarang berpergian, namun karena sebelumnya pun sudah banyak terbantu dari review orang-orang, sayapun tertarik untuk melakukan hal tersebut. ^^

Setelah lama gak jalan-jalan ke kota lain, barusan bulan Oktober ini saya kembali ke kota Makassar. Masih dengan tujuan awal yang sama yaitu kondangan. Namun kunjungan kali ini bukan teman saya yang nikah, namun pertunangan sepupu saya.

Dan pasti ga mungkin dong pergi cuma 2 hari 1 malam ya, kalau bisa dilebihkan supaya bisa jalan-jalan atau supaya gak terlalu capek. Kira-kira gitu.

Nah, berhubung ketika bulan Juli yang lalu, agenda saya dan teman-teman gagal ke Trans Studio dikarenakan flight pagi maskapai terpercaya kami yaitu ****LI** gagal terbang on time sesaat ketika takeoff, dikarenakan alasan operasional.

Can u imagine that thing could happened to us?

So, kami dulu menunggu berjam-jam dan alhasil tiba di Makassar udah siang banget, dan kami hanya 3 hari 2 malam disana dan gak sempat lagi jalan-jalan kecuali ke Trans Studio Mall saja.

Maka untuk keberangkatan kali ini, tanpa ekspektasi tinggi (takut gagal lagi), ternyata sepupu-sepupu saya pun tertarik kesana. Dan ini adalah awal yang bagus. Untung juga, ada teman saya di Makassar yang mau meluangkan waktunya dan bermain bersama di Trans Studio Makassar. Kami akhirnya kesana juga pada hari Senin, 9 Oktober 2017. Hurrayy !! Kami start pukul 10.00 dan alhasil menjadi pengunjung pertama. Tiket masuk seharga Rp 150.000 / orang dan promo 1 gratis 1 menggunakan mega e-cash. Karena kami ganjil ber5, maka kami membayar sejumlah 3 orang pengunjung. Karena masih sepi (pagi) dan weekdays, maka kami tidak repot mengantri di semua wahana. Hanya saja untuk beberapa wahana tertentu, mereka baru buka pada pukul 12.00 siang, sehingga kami yang harus menunggu sembari mencoba wahana lainnya.

Berikut aku bagikan wahana yang kami coba dari yang awal hingga akhir. ^^

1. Studio Tour alias Bianglala

Tahu Bianglala? So simple. Namun, satu tempat maksimal 2 orang saja, jadi kalau peserta ganjil maka harus ada salah 1 rekan yang mengalah dan duduk sendirian… hiks…

2. Hollywood Bumper Car / Boom Boom Car

Seru jika ramai-ramai. Jika ingin berfoto, maka kita harus menitipkan Handphone atau kamera kita kepada petugas, karena tidak boleh membawa kamera / handphone di dalam area. (ya iyalah ya).

Waktu itu kami tidak perlu antri karena weekdays, bahkan bisa sampai main 2x saking serunya. ^^

3. Rimba Express

Keliling2 dengan kereta mini ke dalam taman dengan replika hewan2. Cocoknya sih untuk anak anak sekolah ya. Tapi untuk ‘pemanasan’ boleh juga kok sambil duduk dan santai. Hehehe

4. Sepeda terbang

Permainannya unik, tiap sepeda terbang bisa diisi oleh 1 atau 2 orang. Wahana akan bergerak naik dan turun secara berputar. Semakin kuat kita mengayuh sepeda, maka sepeda akan naik semakin tinggi dan menegangkan (seru kok meskipun agak pusing dikiiiit aja)

5. Angin Beliung (Kursi Terbang)

Permainan ini kalau di tempat lain seperti Batu Night Spectacular dinamakan kursi terbang. Semua kursi nya persis seperti ayunan, hanya saja memiliki pegangan besi dan pengaman agar tidak jatuh. Wahana berputar secara otomatis, semakin lama semakin kencang dan dalam posisi terbang (duduknya menjadi miring), jadi alhasil akan lebih pusing lagi ya. Tapi ga sampe muntah2 kok guys.

6. Ayun Ombak

Wahananya tidak besar, seperti perahu, dalam 1 perahu tersebut terdiri dari 2 bagian, yaitu sisi kiri dan kanan sehingga pengunjung duduk berhadap-hadapan. Mirip dengan wahana Galeon di Tunjungan Plaza Surabaya. Awalnya kami kira ini wahana yang super gampang, hanya goyang kiri kanan seperti ayunan, eh ternyata digoyang nya ke segala macam arah sampai perut ini rasanya geli (untung kami duduk di area tengah sehingga tidak terlalu terasa keras goyangannya seperti jika kami duduk di bagian ujung)

7. Magic Thunder Coaster

Wahana ini seperti roller coaster pada umumnya, hanya saja tempat duduknya berupa mobil mini untuk duduk, dan pengamannya berupa gagang otomatis yang menghalangi pinggang. Kurang besar sih, tempat duduknya, mungkin untuk orang yang berukuran besar atau kaki yang panjang agak sulit ya . hihihihi

Tracknya cukup menegangkan dan seru banget, namun hanya 2x putaran kalau tidak salah, dan tidak terlalu panjang. Yang paling mendukung suasana seramnya sih karena warna interiornya hitam2 seperti rumah hantu di kartun2.

8. Putar Petir

Sebenarnya wahana ini tidak ada petir-petirnya sama sekali. Hanya saja terdapat bola raksasa seperti miliknya penyihir-penyihir di kastil setan di kartun2 ya. Wahananya hanya tinggal duduk (boleh berdua), dan kita semua akan diputar dan digerakkan ke atas dan bawah serta digoyang-goyag sedikit hehehehe. Hanya 2x putaran kok. Ga pusing sama sekali, tapi lumayan seru untuk beberapa detik di awal.

9. Dunia Lain

Yah seperti namanya, ini adalah nama lain dari rumah hantu, awal masuk Saja sudah seraaaam banget. Gelap banget, dan petugasnya sempat menakut-nakuti dengan bayangan mereka dan menepuk2 dinding sehingga kita semua kaget. Bedanya dengan rumah hantu pada umumnya adalah, ketika sudah bertemu petugas, kita akan diarahkan duduk di kereta (maksimal 4 orang per kereta) dan secara otomatis mengikuti rel yang ada dengan memasuki banyak sekali area2 yang seram dan mistis (banyak replika hantu indonesia, dengan background musik yang seram dan suasana yang gelap). Dan sayangnya, rutenya sangat panjanggggg TT. Lebih panjang dari rute rolller coaster sebelumnya dan menegangkan buat orang yang ga suka ketemu makhluk aneh-aneh (hufff). Untung nya ketika tiba di garis finish, tidak ada kejutan lainnya. Fiuh

10. Dragon Tower

Wah ini wahana yang seram katanya, karena kita akan duduk dan diambung setinggi 12 m, dan dihempaskan ke bawah secara cepat dan lambat. Namun sayangnya, tidak ada yang berani mencoba hihihihi

11. Giant Swing

Wahana ini juga termasuk yang lebih extreme dan tidak ada yang mau mencoba. Karena memang bakal diambung kiri dan kanan, miring dan di putar2 360 derajat, dan bakalan pusing banget deh >.<

12. Jelajah

Nah siapa yang suka naik perahu? Ini seru loh. Ceritanya seperti hendak berjelajah ke daerah pemukiman indian  kuno (kayaknya gitu). 1 perahu maksimal 4 orang, duduk selonjoran di dalam dengan membawa tas dan tanpa pengaman apapun. Hanya duduk dan pegangan saja, perahu tersebut otomatis mengikuti rel yang ada di dalam alur sungai mini yang mengarahkan kita berkeliling, naik dan menikmati suasana ala indian dan perkemahannya serta akhirnya akan bergerak turun seperti arung jeram dan akan kecipratan ketika tiba di bawah (mirip water boom). Siap siap basah deh pokoknya !

13. Bioskop 4 Dimensi

Bioskop ini menayangkan film marvell (heroes) saja, dan tayang mulai pukul 12.00 per 15 menit. Kita akan dipinjami kacamata khusus dan duduk di tempat tersedia, seperti bioskop, namun siap-siap saja kecipratan air dan bangkunya akan goyang-goyang sendiri hihihi.

Namun berhubung saya dan 2 teman duduk di bangku paling atas, mungkin karena eror atau rusak, bangkunya tidak terlalu goyang. Jadi rasanya biasa saja wkwkwkw

14. Mirror House

Suka ngaca? Ini tempat yang unik untuk ngaca. Tempatnya persis seperti labirin, kita harus mencari jalan keluar di dalam labirin cermin yang nyaris susah untuk dibedakan mana pintu dan dindingnya. Kalau sendirian, siap2 kesasar yaaa

15. Science Center

Di tempat ini kami menghabiskan banyak waktu karena banyak spot yang bagus untuk dibaca dan teknologi yang seru untuk dicoba dan dikenali. Contohnya rumah gempa, kasur paku, Topeng Berbalik, Lukisan Pasir di media berputar, Gasing Besi, dan aneka macam spot pengetahuan lainnya yang menarik untuk dipelajari

16. Trans City Theatre

Theatre ini buka setiap hari pukul 14.00, jadi jangan ketinggalan yah ! waktu itu kami menonton drama musikal berjudul I Basse goes to Bollywood. Durasinya sekitar 15 menitan mungkin yah.

Drama musikalnya termasuk keren dan menarik, lucu sekali dan propertinya lengkap dan mendukung.

 

Ya seperti itu pengalaman yang saya rasakan. Dan semoga suatu saat bisa mencoba Trans Studio Bandung yah !

-journey to remember-